Indonesia akan ikut blokir blackberry
Kekhawatiran terhadap minimnya jaminan keamanan Blackberry mendorong sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab (UAE) dan Arab Saudi berencana melarang peredaran Blackberry di negaranya. Lantas bagaimana dengan di Indonesia?
Menurut anggota BRTI, Heru Sutadi, sejauh ini BRTI belum mengambil putusan apapun terkait dengan langkah yang telah diambil negara lain untuk melakukan pemblokiran layanan BB.
“Tapi kita memiliki keprihatinan yg sama dengan beberapa negara mengenai keamanan jaringan dan keamanan data. Sebab dengan metode sekarang, semua data dan trafik ditarik harus lebih dulu ke Kanada,” kata Heru, Kamis (5/8/2010).
Dikatakan Heru, sebelumnya BRTI pun telah meminta RIM membuat representatif office (kantor perwakilan) di Indonesia dan juga membangun server di Indonesia agar trafik yang ada tidak semua ditampung di Kanada.
Seperti diketahui, handset Blackberry dianggap rawan untuk disalahgunakan demi kepentingan kejahatan. Tingginya privasi Blackberry menimbulkan potensi kejahatan. Prosedur akses data yang panjang membuat pihak keamanan akan kesulitan memperoleh data dari RIM untuk membongkar satu kasus kejahatan.
“Untuk representatif office, RIM mengatakan sedang mempersiapkan, tapi sampai sekarang belum ada. Sedangkan untuk server, itu baru hanya dijadikan masukan bagi RIM,” kata Heru.
Dikatakan Heru, BRTI mengharapkan RIM agar bersikap kooperatif.
“Untuk blokir atau tidak perlu rapat pleno dulu dan diskusi dengan stakeholder,” katanya.
”Tapi bila RIM tidak kooperatif, ya BRTI juga akan bersikap tegas” tandas Heru.
Label : blackberry •
Artikel Terkait- 10 Negara Pengakses Facebook Terbesar
- Cara buka file ipd di Komputer
- Download Opera 11 untuk Windows
- OS Android Google Semakin Merajalela
- Download Office 2010 Service Pack 1 (SP1) Final



















