Menteri Kesehatan Dicurigai Titipan Asing
Jakarta – Ketua Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat Ribka
Tjiptaning mencurigai ada intervensi asing dalam pemilihan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan. “Jangankan menteri, pemilihan presiden pun ada intervensi,” kata Ribka setelah memimpin rapat perdana di DPR kemarin.
Ribka mengaku kaget ketika mengetahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memilih Endang. Soalnya, nama Endang tak pernah disebut-sebut dalam bursa calon anggota Kabinet Indonesia Bersatu II.
Sebelumnya, yang diproyeksikan menggantikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari adalah Nila Djuwita Moeloek. Yudhoyono pun telah memanggil Nila, yang dikenal sebagai tokoh anti-rokok, ke Cikeas. “Mengapa Nila digugurkan?” tanya Ribka.
Komisi Kesehatan, kata Ribka, akan mengawasi sepak terjang Endang. Setelah pelantikan kabinet, Komisi segera mengundang Endang ke rapat kerja. “Kami akan menanyakan komitmen dia soal penutupan Namru (Naval Medical Research Unit),” ujar Ribka.
Sebagian anggota Komisi Kesehatan DPR periode 2004-2009 meminta pemerintah Indonesia menutup laboratorium Namru-2 di Jakarta. Mereka mencurigai laboratorium milik Angkatan Laut Amerika itu menjadi pusat kegiatan spionase berkedok penelitian. Kerja sama Namru-2 yang dimulai pada 1970 mestinya berakhir pada 2000. Tapi laboratorium itu baru benar-benar ditutup pada 16 Oktober tahun ini.
Di Istana Merdeka, Endang membantah berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Endang, misalnya, menyangkal tudingan sebagai “agen” Amerika. Dia pun memastikan kerja sama dengan lembaga penelitian milik militer Amerika tak akan dilanjutkan. “Yang bakal ada adalah (kerja sama) sipil dengan sipil,” kata dia.
Meski begitu, Departemen Kesehatan tetap akan menjalin kerja sama dengan negara lain sepanjang hal itu menguntungkan. “Kita perlu teknologi mereka, kita perlu knowledge mereka,” kata Endang.
Endang juga membantah tuduhan bahwa dirinya pernah menyelundupkan 58 sampel virus flu burung ke Amerika ketika masih menjabat Kepala Pusat Penelitian Biomedik Departemen Kesehatan. “Tidak betul saya membawa virus ke luar,” kata alumnus Harvard School of Public Health, Boston, Amerika, itu. “Tidak betul saya menjual virus.”
Menurut Endang, dia memang kerap terlibat dalam kerja sama penelitian dengan Amerika, Jepang, Cina, dan Belanda. Tapi semua itu ia lakukan secara, “Transparan, fair, dan saling menguntungkan.”
Pembelaan untuk Endang datang dari Wakil Ketua Komisi Kesehatan Ahmad Nizar Shihab. Nizar, mantan staf khusus Siti Fadilah, menilai Endang sebagai sosok profesional. “Saya optimistis. Rekam jejak dia baik,” kata Nizar.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa juga menepis kabar adanya kepentingan asing di balik terpilihnya Endang. “Mau dikait-kaitkan ke situ? Terlalu spekulatif. Tidak betul,” kata Hatta, yang banyak terlibat dalam penyusunan kabinet Yudhoyono.
Sumber:tempointeraktif
Berikut Profil Menkes, Endang Rahayu Sedyaningsih
Karirnya di bidang kesehatan tak diragukan lagi. Endang menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedik dan Farmasi dan Pengembangan Program sejak 2007.
Pada Juli hingga Desember 2001, Endang berkarir di kantor Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, di bidang penanganan penyakit menular.
Pendidikannya sarjana kedokteran diselesaikan di Universtias Indonesia pada 1979. Studinya dilanjutkan Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat pada 1992. Program doktor dia ambil di bidang dan kampus yang sama dan lulus pada 1997.
Label :
Artikel Terkait- Email resmi Komisi 8 DPR RI
- Awas! Banyak Duduk Bisa Mengundang Kematian
- Awas Kebanyakan minum CocaCola, Bisa Mandul loh?
- Asyik, Google akan membuka Kantor Di Indonesia
- Direktur Utama Sarjana Bukan Jaminan
- Google Books Downloader Save Ebook dalam format PDF atau Gambar
- Cara memperbaiki Codec dan filter yang rusak dengan Codec Tweak Tool
- Cara mudah membuat laptop menjadi hotspot
- Cara memperbaiki error Access is Denied ketika menginstall aplikasi/program di windows 7
- Cara sharing CD/DVD-Writer (Burner) melalui Jaringan



















