<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pemerintah Larang Permen Jadi Alat Tukar</title>
	<atom:link href="http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar</link>
	<description>Tips SEO, Pasang Iklan, Bisnis Online, belajar SEO, Tips Trik SEO, Blog Ubuntu Indonesia, belajar ubuntu, Download Mp3 terbaru gratis, download, antivirus gratis, Tips trik wordpress, opensource programing, belajar internet marketing, tutorial hacking, networking, free antivirus, free mp3, Ramalan Forex, Nomor buntut, Foto Bugil, donlot Gratis, Advanced computer tips and tricks</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 19:52:54 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: mirc</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-851</link>
		<dc:creator>mirc</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 13:41:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-851</guid>
		<description>thank you for blog pemerih:S</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thank you for blog pemerih:S</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ane</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-54</link>
		<dc:creator>ane</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 05:39:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-54</guid>
		<description>salam, saya punya minimarket, memang ada toko yg mengambil kesempatan dalam hal ini namun sesungguhnya mencari uang receh sangatlah sulit lit lit beneran. Apalagi kalo dekat puasa... sampe uang kecil dijual dipingir jalan, kita carinya setengah mati. Dalam kasus ini customer memang dirugikan, sedangkan toko tergencet di tengah antara masyarakat dan tersedianya uang receh. ada saran bahwa harga di bulatin aja supaya ga ada kembalian ratusan, namun situasi persaingan dan margin yg kecil (kadang untung Rp.50 belum tas kresek yg makin mahal) menjadi penghambat. Mungkin pemerintah bisa menambah receh sebanyak mungkin atau mentidak berlakukan uang receh (min Rp. 500) sebagai alat pembayaran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam, saya punya minimarket, memang ada toko yg mengambil kesempatan dalam hal ini namun sesungguhnya mencari uang receh sangatlah sulit lit lit beneran. Apalagi kalo dekat puasa&#8230; sampe uang kecil dijual dipingir jalan, kita carinya setengah mati. Dalam kasus ini customer memang dirugikan, sedangkan toko tergencet di tengah antara masyarakat dan tersedianya uang receh. ada saran bahwa harga di bulatin aja supaya ga ada kembalian ratusan, namun situasi persaingan dan margin yg kecil (kadang untung Rp.50 belum tas kresek yg makin mahal) menjadi penghambat. Mungkin pemerintah bisa menambah receh sebanyak mungkin atau mentidak berlakukan uang receh (min Rp. 500) sebagai alat pembayaran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suci wulandari</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-24</link>
		<dc:creator>suci wulandari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 10:24:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-24</guid>
		<description>setiap belanja bulanan di supermaket kembaliannya pasti ada permennya sebel banget...padahal kalo kita belanja gak boleh pake permen....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setiap belanja bulanan di supermaket kembaliannya pasti ada permennya sebel banget&#8230;padahal kalo kita belanja gak boleh pake permen&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: via</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-22</link>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 03:36:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-22</guid>
		<description>hahaha... hampir selalu aku menolak jika dikembaliin permen.. bahkan sambil marah2 biar tau rasa tuh..seenaknya lha wong kita ga mau beli permen..  betul itu jangan mau dibodohin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha&#8230; hampir selalu aku menolak jika dikembaliin permen.. bahkan sambil marah2 biar tau rasa tuh..seenaknya lha wong kita ga mau beli permen..  betul itu jangan mau dibodohin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hong</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-21</link>
		<dc:creator>Hong</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:08:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-21</guid>
		<description>Betul bang, mungkin waktunya mengganti mata uang kita?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul bang, mungkin waktunya mengganti mata uang kita?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MoveTea</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-20</link>
		<dc:creator>MoveTea</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 01:57:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-20</guid>
		<description>Pemerintah selalu lambat menangani hal2 sepele macam ni....tapi tak mengapa buat pelajaran. Ini lah bukti rakyat dididik dan dibiarkan bersikap mental tidak jujur dan korup dengan menghapus mata uang kecil seperti 25,50,100 perak. Saya pernah punya kawan orang jepang yang belanja di Indonesia dan diperlakukan seperti itu,kembaliannya permen,lantas ia marah2. Malu dong bangsa besar ini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah selalu lambat menangani hal2 sepele macam ni&#8230;.tapi tak mengapa buat pelajaran. Ini lah bukti rakyat dididik dan dibiarkan bersikap mental tidak jujur dan korup dengan menghapus mata uang kecil seperti 25,50,100 perak. Saya pernah punya kawan orang jepang yang belanja di Indonesia dan diperlakukan seperti itu,kembaliannya permen,lantas ia marah2. Malu dong bangsa besar ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hong</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-19</link>
		<dc:creator>Hong</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 01:42:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-19</guid>
		<description>Iya, mending disuruh nambah, kl duit Rp. 9000 dituker permen, emangnya mau? :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya, mending disuruh nambah, kl duit Rp. 9000 dituker permen, emangnya mau? :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salamah</title>
		<link>http://www.hong.web.id/serba-serbi/pemerintah-larang-permen-jadi-alat-tukar/comment-page-1#comment-18</link>
		<dc:creator>salamah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 01:05:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hong.web.id/?p=69#comment-18</guid>
		<description>ho..oh... kadang sebel juga kalo belanja dkasih kembalian perment.
Pernah malah belanja habis +/- Rp 41.000,-, aku bayarnya pake lembar Rp 50.000,- e.... malah minta tambah Rp 1.000,- (mungkin maksudnya biar mudah kebaliannya-Rp 10.000,-) aku bilang aja 
&quot;Masih kurang ya mbak... kan habisnya cuman Rp 41.000,- aku bayarnya pake Rp 50.000,- harusnya aku dapet kembalian Rp 9.000,- kok malah suruh nambah seh...&quot;. Dasar mau enaknya aja peritel itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ho..oh&#8230; kadang sebel juga kalo belanja dkasih kembalian perment.<br />
Pernah malah belanja habis +/- Rp 41.000,-, aku bayarnya pake lembar Rp 50.000,- e&#8230;. malah minta tambah Rp 1.000,- (mungkin maksudnya biar mudah kebaliannya-Rp 10.000,-) aku bilang aja<br />
&#8220;Masih kurang ya mbak&#8230; kan habisnya cuman Rp 41.000,- aku bayarnya pake Rp 50.000,- harusnya aku dapet kembalian Rp 9.000,- kok malah suruh nambah seh&#8230;&#8221;. Dasar mau enaknya aja peritel itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.408 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-06 17:34:18 -->

