Senjata canggih tapi pake motor bebek – WHY?

Komen = 0

Jadi Aneh, Perampok Bank di Medan Gunakan Motor Bebek

Apakah mereka dari kalangan profesional? Dalam aksinya menyatroni Bank CIMB Niaga Jalan AR Hakim, Medan, kawanan perampok mempergunakan senjata M-16 dan AK 47,  yang biasa dipergunakan TNI dan Brimob Polri

Pelaku lebih kurang berjumlah 16 orang tampak ‘fasih’ menenteng senjata laras panjang. Semuanya mengenakan masker dan helm, berkemeja rapi, ada yang bersepatu pantofel. Mereka mengendarai sekitar 8 motor bebek, di antaranya bebek matik. Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharuddin Djafar, kepada wartawan, Jumat (20/8).

Penggunaan motor bebek ini berbeda dengan kebiasaan perampok yang biasanya mengendarai sepeda motor nonbebek. Sebagian dari perampok malah mengendarai motor bebek matik. Salah satu sepeda motor bebek terlihat jelas nomor polisinya: BK 3616 CP.

Sementara laporan pihak CIMB Niaga, perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta dari bank tersebut. Perampok juga merampas telepon seluler milik karyawan.

Dalam peristiwa perampokan Rabu (18/8), Briptu Manuel Simanjuntak, anggota Brimob tewas dan dua satpam yakni Muhdiantoro serta Fahmi, mengalami luka parah ditembak pelaku.

Terus apa reaksi dari atasan? aksi kejahatan jalanan menggunakan senjata api semakin marak. Ketua DPR RI Marzuki Alie meminta polisi menggunakan teknik yang lebih canggih untuk menanganinya.

“Memang kejahatan semakin canggih. Makanya polisi juga harus canggih, itu biasa, wajar. Semakin maju dan berkembang suatu negara maka kejahatannya akan semakin canggih,” kata Marzuki, saat dijumpai wartawan di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2010).

Menurut Marzuki, semakin maju sebuah negara, maka akses untuk mendapatkan senjata api semakin mudah. Oleh sebab itu, diperlukan peran lebih dari polisi untuk menangani hal ini.

“Ditambah lagi dengan kemudahan akses perederan senjata gelap. Kita harus canggih,” tegasnya.

Polisi, imbuh Marzuki, harus memandang tindak kejahatan tersebut dengan baik, terutama peran intelijen dalam mengawasi peredaran senjata api.  “Peran intelijen dalam mengawasi peran senjata api sangat penting,” tutupnya.

Beberapa pekan terakhir, sedikitnya terjadi 7 aksi kejahatan dengan menggunakan senjata api. Terbaru, aksi terjadi di Bank CIMB Niaga, cabang Aksara, Medan. Para perampok tersebut beraksi dengan senjata organik AK-47 dan M-16.

Mudah-mudahan terungkap kasus perampokan ini, agar kita tidak merasa khawatir nantinya.

Sumber: berbagai sumber

Label : perampok bank •

Artikel Terkait Artikel Terbaru Artikel Ngetop Komentar Facebook Dibawah ini

Komentar Anda?