Seputar Wikileaks
Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis, matematikawan, dan teknolog dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks. Situs Wikileaks menggunakan mesin MediaWiki. Pada Juli 2010, situs ini mengundang kontroversi karena pembocoran dokumen Perang Afganistan, dan menyusul dirilisnya 400 ribu dokumen rahasia perang Amerika Serikat (AS) di Irak, Jumat 22 Oktober 2010. menguak potret muramnya konflik yang terjadi di Irak. Kasus penyiksaan warga sipil Irak oleh pasukan keamanan Irak beserta kasus penyiksaan lain yang dilakukan pasukan asing, termasuk dalam dokumen rahasia ini.
At 5pm EST Friday 22nd October 2010 WikiLeaks released the largest classified military leak in history. The 391,832 reports (‘The Iraq War Logs’), document the war and occupation in Iraq, from 1st January 2004 to 31st December 2009 (except for the months of May 2004 and March 2009) as told by soldiers in the United States Army. Each is a ‘SIGACT’ or Significant Action in the war. They detail events as seen and heard by the US military troops on the ground in Iraq and are the first real glimpse into the secret history of the war that the United States government has been privy to throughout.
The reports detail 109,032 deaths in Iraq, comprised of 66,081 ‘civilians’; 23,984 ‘enemy’ (those labeled as insurgents); 15,196 ‘host nation’ (Iraqi government forces) and 3,771 ‘friendly’ (coalition forces). The majority of the deaths (66,000, over 60%) of these are civilian deaths.That is 31 civilians dying every day during the six year period. For comparison, the ‘Afghan War Diaries’, previously released by WikiLeaks, covering the same period, detail the deaths of some 20,000 people. Iraq during the same period, was five times as lethal with equivalent population size.
Pada Jumat, juru bicara Pentagon Geoff Morrel mengatakan jika WikiLeaks dianggap berusaha melanggar hukum. Morrel juga menilai, WikiLeaks membocorkan rahasia kepada musuh-musuh AS. Pernyataan ini sendiri dikeluarkan sebelum WikiLeaks merilis dokumen rahasia itu.
Situs mirip wikileaks ala indonesia
Pembuatan situs IndoLeaks diduga ingin memanfaatkan popularitas WikiLeaks yang sukses mengangkat isu-isu terpendam ke publik di seluruh dunia.
“IndoLeaks sepertinya ingin memanfaatkan popularitas WikiLeaks. Bedanya, IndoLeaks lebih mengangkat isu-isu yang masih hangat atau terlupakan di Indonesia,” kata praktisi IT, Anggito Wachjoewidayat, Senin (13/12/2010) di Jakarta.
Ketika ditemui seusai memberikan special lecture dalam “The 3rd International Conference on Information and Communication Technology for the Moslem World (ICT4M) 2010″ di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Abimanyu mengaku tidak tahu siapa dalang di balik pembuatan IndoLeaks.
Ia menjelaskan, gaya IndoLeaks secara garis besar sama dengan WikiLeaks. Namun, dokumen yang tersebar di IndoLeaks adalah berbentuk copy atau faksimile. “Saya yakin sebetulnya dokumen yang ditampilkan sudah pernah diketahui oleh para pejabat sejak dulu. Tapi, karena tak ada klarifikasi, akhirnya disebarkan ke publik,” ujarnya.
Bahkan, dokumen IndoLeaks yang juga sulit diketahui siapa pengirimnya. “Dokumen dari mana. Faks dari sekian berapakah. Contoh, informasi G-30-S masih ada. Tapi, kita harus tahu itu kan masih hasil copy-an keberapa,” tambahnya.
Abimanyu menilai, topik yang diangkat IndoLeaks cenderung dibuat menarik apa adanya. “Semuanya liar dan tak fokus. Terkadang bahas Munir, G-30-S dan kasus-kasus lainnya yang masih penuh tanda tanya,” kata dia.
Pemerintah diyakini tidak akan menutup IndoLeaks sepanjang tidak melanggar Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Sekarang (IndoLeaks) belum bisa dikatakan melanggar, kecuali dia memuat informasi yang bersifat rahasia,” kata praktisi IT, Anggito Wachjoewidayat, Senin (13/12/2010), seusai memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Disebutkan dalam Pasal 32 ayat 3 UU ITE, bila seseorang mengedarkan informasi rahasia, tetapi tidak seutuhnya, itu adalah pelanggaran. Namun, jika seluruh informasi yang rahasia itu dibuka ke publik, itu tak jadi masalah. “Kemungkinan besar IndoLeaks memanfaatkan celah dalam UU ITE itu,” kata pria yang akrab dipanggil Abah itu.
Kalaupun IndoLeaks dikatakan pengalihan dari isu-isu lain, Abimanyu menolaknya. Sebab, agenda WikiLeaks dan IndoLeaks diakui tak terlihat. Meski demikian, ada perbedaan antara WikiLeaks dan IndoLeaks apabila dilihat dari sejauh mana situs web tersebut ingin mengarahkan masyarakat.
Menurut dia, WikiLeaks cukup nature dengan menampilkan laporan apa adanya terhadap suatu isu. WikiLeaks kemudian membiarkan publik menilainya. Berbeda dengan IndoLeaks yang justru mengarahkan pembaca untuk membenci pemerintah. Situs web ini hanya memuat informasi yang menjatuhkan aparat. “Saya tidak tahu mengapa pemerintah tidak mengambil sikap terhadap eksistensi situs IndoLeaks,” ujarnya.
Perbedaan lainnya dengan WikiLeaks adalah IndoLeaks mempunyai counter pengunduh, bukan counter pengunjung seperti situs-situs lain pada umumnya. “Kelihatan angkanya naik terus tiap hari. Saya merasa pembuat IndoLeaks menyimpan motif bisnis setelah memasang counter itu yang memungkinkan mereka untuk mencari pemasang iklan,” terang Abah.
Dikutip: kompas
Label : indoleaks • Julian Assange • wikileaks •
Artikel Terkait- Wikileaks tuker domain setelah di-DDOS
- Laptop dicuri tapi data dikembaliin pake Flashdisk
- Waspada Nigerian Sweetheart Scam
- Aneka Menu Bercinta
- Apa Lelucon April Mop ala Paman Google?


















