Tak Boleh Desain Gambar diKaos Mirip Burung Garuda
Jakarta – Pemerintah sudah mematenkan logo Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia. Karena sudah dipatenkan, maka desain produk apapun tidak boleh menggunakan gambar Burung Garuda.
“Ya nggak boleh dong, Garuda Pancasila itu kan sudah dipatenkan logonya,” kata Menkum HAM Patrialis Akbar usai peringatan Hari Bhakti Imigrasi di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selasa (26/1/2010).
Patrialis menegaskan pemerintah RI sudah mematenkan logo Garuda Pancasila sebagai lambang negara. Selaku pemegang hak paten, pemerintah akan mempelajari kasus penggunaan desain gambar mirip Garuda Pancasila dalam kaos berlabel Giorgio Armani.
“Nanti akan kita pelajari, kita panggil Dirjen HAKI,” kata Patrialis.
Sebelumnya sejarahwan Asvi Warman Adam dan anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan tidak mempermasalahkan desain kaos Armani tersebut.
Anggota DPR: Kalau Dipermasalahkan, Kita Jadi Bangsa Nggak Gaul
Kaos berlabel Armani Exchange (A|X), salah satu label dari rumah mode Giorgio Armani, dengan desain gambar mirip lambang negara, Burung Garuda, terus menuai polemik. Anggota Komisi I DPR, Ramadhan Pohan, adalah salah satu pihak yang tak terlalu ambil pusing dengan kaos kontroversial ini.
Sebab, kaos yang dilego nyaris Rp 300 ribuan itu hanya menampilkan gambar ‘mirip’ lambang negara.
“Itu kan mirip, tidak sama. Tidak ada masalah. Kalau kita permasalahkan, kita jadi bangsa yang naif dan nggak gaul dengan luar,” kata Ramadhan
Menurut politisi Demokrat ini, kaos akan menjadi masalah serius jika desain mencampuradukkan lambang negara dengan unsur lain. “Kalau memang ada Bhinneka Tunggal Ika-nya, itu pelecehan terhadap lambang negara,” kata Ramadhan.
Menurut dia, warga AS juga banyak yang meniru lambang negaranya untuk desain semisal kaos. Namun, mereka biasa-biasa saja karena memang tidak serupa.
“Kalau itu tetap dibaca bukan sebagai lambang negara, nggak ada masalah. Lambang negara itu integritas sebuah bangsa. Lambang negara disepelekan, kita juga disepelakan,” kata politisi lulusan AS ini.
Gimana menurut anda? Apa perlu di tuntut tuh, biar ada kasus baru gitu. tapi jgn dijadikan pengalihan kasus lain.
[Sumber]
Similar Posts:
- Gus Dur Otomatis Jadi Pahlawan Nasional
- Gelisah Menanti Saat Bercinta
- Kenapa Gaya Hidup Mewah Pejabat Kok Ditanggung Negara dengan Naik Gaji
- Selamat Jalan Gus Dur
- Parpol Malas Kerja, Artis Digandeng Untuk Pilkada
Popularity: 1% [?]














